Penyebab Gempa M5,2 Sumba Timur NTT, Ini Analisis BMKG

Binti Mufarida
Peta gempa bumi mengguncang Sumba Timur, NTT, Jumat (13/6/2025). (Foto: BMKG)

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa kali ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault). Artinya, kerak bumi mengalami pergeseran vertikal ke bawah akibat regangan, bukan tekanan horizontal seperti pada strike-slip fault.

Meski gempa tidak menimbulkan kerusakan besar, warga di daerah seperti Wanokaka, Lamboya, dan Laboya Barat melaporkan adanya getaran. Skala intensitas guncangan tercatat di level II-III MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digambarkan sebagai getaran seperti truk besar melintas.

BMKG menyatakan bahwa hingga pukul 09.52 WIB, belum terdeteksi gempa susulan (aftershock). Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa lanjutan.

BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu gempa lanjutan yang belum terverifikasi. Warga diimbau memeriksa struktur bangunan dan tidak tinggal di rumah yang retak atau berpotensi roboh.

“Pastikan bangunan tempat tinggal aman secara struktural sebelum kembali ke dalam rumah,” ujar Daryono.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Miss World Berduka, Putra Miss Venezuela 1993 Meninggal Dunia akibat Gempa Bumi

57 tahun lalu

Keajaiban di Tengah Tragedi, Korban Gempa Venezuela Selamat Setelah 8 Hari Terkubur di Reruntuhan

57 tahun lalu

Pegadaian Gandeng Universitas Andalas, Lakukan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami

57 tahun lalu

Bibit Siklon Tropis 96W Terdeteksi, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal