Perang Dunia Ke-3 Terjadi, Gaikindo: Industri Otomotif Bisa Hancur

Muhamad Fadli Ramadan
Gaikindo khawatir tensi konflik geopolitik memanas berisiko perang dunia ke-3 meletus yang berdampak pada inustri otomotif. (Foto: AI)

"Jadi kita masih belum tahu, mudah-mudahan tidak terjadi perang yang lebih besar. Karena kalau sampai terjadi perang itu bisa-bisa perang dunia ketiga meletus. Kalau itu terjadi ya selesai lah sebetulnya," kata Nangoi.

Namun, Gaikindo meyakini peran PBB masih cukup besar dalam meredakan situasi yang sedang memanas. Apabila upaya damai tercapai, maka seluruh sektor terutama industri otomotif kembali berkembang.

"Tetapi kalau saya lihat harusnya PBB masih berperan, perdamaian masih bisa kita wujudkan. Kalau itu terjadi seandainya meleset pun 2 tahun ini masih agak sedikit tipis. Nah, yang membanggakan Indonesia agak jauh dari konflik-konflik tersebut. Ukraina dengan Rusia, Timur Tengah, India dengan Pakistan," ujar Nangoi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Industri Modifikasi Unjuk Gigi, IMI Apresiasi Tokoh Berpengaruh di Dunia Otomotif

57 tahun lalu

Produsen Otomotif China Minta Perlakuan Sama dengan Pabrikan Jepang di Indonesia

57 tahun lalu

Gaikindo Minta Insentif Tak Hanya untuk Mobil Listrik, Bensin dan Hybrid juga Diberikan

57 tahun lalu

Prabowo: Kenapa RI Selama 81 Tahun Tak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal