Bagian-bagian dinamo DC dan AC pada dasarnya sama saja. Hanya saja perbedaanya terletak pada cincinnya. Dinamo AC menggunakan cincin penuh, sedangkan dinamo DC menggunakan cincin belah (komutator).
Prinsip kerja DC adalah perputaran kumparan dalam medan magnet menyebabkan jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan setiap saat berubah dari tidak ada menjadi sedikit. Komutator yang terpasang pada dinamo berfungsi untuk mengubah arah arus listrik yang terjadi dalam rangkaian sehingga tidak terjadi pertukaran arus listrik.
Dinamo yang memiliki magnet permanen atau tetap hanya terdapat pada dinamo yang kecil-kecil saja. Contoh DC adalah sepeda.
Melansir buku ‘Dasar Perancangan Teknik Mesin SMK/MAK Kelas X’ terbitan Penerbit Andi, berikut perbedaan tegangan AC dan DC
AC: Aman untuk memindahkan energi dalam jarak yang jauh dan memberikan lebih banyak energi
DC: Tidak dapat memindahkan energi yang jauh karena akan kehilangan energi
AC: Magnet yang berputar di sepanjang kawat
DC: Magnet yang stabil di sepanjang kawat
AC: 50-60 Hz, berbeda pada setiap negara
DC: 0
AC: Berbalik arah ketika mengalir dalam rangkaian
DC: Mengalir satu arah dalam rangkaian
AC: Bervariasi pada tiap waktu
DC: Tetap
AC: Bergantian maju dan mundur
DC: Terus maju
AC: Generator arus bolak-balik
DC: Baterai
AC: Impedansi
DC: Hambatan
AC: Antara 0 dan 1
DC: Selalu 1
DC: Sinusoidal, trapesium, segitiga, segiempat
AC: Murni dan bergetar
Demikian perbedaan AC dan DC beserta penjelasan dan contohnya. Semoga semakin paham ya!