“Bagi perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya, BEI selalu menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), keterbukaan informasi, serta kepatuhan terhadap regulasi dan ketentuan setelah tercatat,” tuturnya.
Untuk memenuhi hal tersebut, kata Nyoman, BEI sangat menghargai persiapan matang dari masing-masing perusahaan potensial IPO. Dengan tata kelola yang baik, diharapkan perusahaan tidak hanya dapat menarik minat investor tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sebelumnya, CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita menyampaikan pandangannya mengenai masa depan klub usai laga terakhir melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 24 Mei 2025 lalu.
"Kami melihat sekarang klub jauh lebih sehat, secara manajemen maupun struktur bisnis. Ini membuat kami merasa bahwa langkah menuju IPO bukan lagi mimpi, tapi sesuatu yang bisa segera diwujudkan," ucap Glenn.
Glenn menjelaskan, langkah Persib menjadi klub terbuka lewat IPO bukan sekadar ambisi, melainkan bagian dari transformasi menuju entitas olahraga profesional yang modern dan transparan.