Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan kereta terpaksa berhenti.
“Jadi KRL-nya itu ada taks yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia.
Sementara, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya menyebut jumlah korban secara keseluruhan ada 14 meninggal dunia dan 84 korban luka.