Airlangga menambahkan, program tersebut akan dibuka untuk 20.000 lulusan perguruan tinggi fresh graduate. Selama bekerja, mereka akan diberikan uang saku sebesar upah minimum provinsi.
"Penerima manfaat tahap pertama sebanyak 20.000 orang dan selama proses bekerja diberikan uang saku sebesar upah minimum, UMP," kata dia.
Program magang tersebut akan berlangsung selama enam bulan. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp198 miliar.