JAKARTA, iNews.id - Bagi Darim Juanda, Nuroni, Bambang Edi Nurudin, dan Sarip Mujianto, undangan untuk hadir langsung di upacara HUT ke-18 Kemerdekaan RI Istana Merdeka pada Senin (17/8/2026) mendatang menjadi pengalaman yang nyaris tak pernah mereka bayangkan. Keempatnya datang dari latar belakang yang jauh dari hiruk-pikuk pemerintahan.
Ada petani yang puluhan tahun menggantungkan hidup dari sawah, ada pula buruh yang menghabiskan sebagian besar masa kerjanya di lingkungan pabrik. Kesempatan tersebut diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada warga dari berbagai profesi sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan. Bagi mereka, undangan itu bukan sekadar selembar surat, tetapi juga bentuk penghargaan atas profesi dan pengabdian yang selama ini mereka jalani.
Darim Juanda sudah 14 tahun menjalani profesi sebagai petani di Karawang. Ketika menerima surat undangan untuk mengikuti upacara kemerdekaan di Istana Negara, ia mengaku terharu sekaligus tidak menyangka.
“Perasaan saya begitu mendapat surat undangan dari Bapak Presiden Prabowo untuk mengikuti upacara kemerdekaan Republik Indonesia sangat terharu. Bahkan, saya tidak menyangka sekali bahwa saya akan mendapat undangan di hari kemerdekaan di istana negara,” ujar Darim, dikutip Minggu (16/8/2026).
Sebagai petani, dia berharap perhatian terhadap sektor pertanian terus meningkat sehingga kehidupan para petani di Indonesia semakin baik. Darim juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo karena telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk hadir sebagai salah satu perwakilan petani dari Kabupaten Karawang.