Polemik Kontrasepsi Remaja, IDI Tak Dilibatkan Susun PP terkait Kesehatan

Achmad Al Fiqri
Wakil ketua IDI Slamet Budiarto (Foto: Ist)

Meski begitu, Slamet tidak mempermasalahkan jika kebijakan yang dibuat bermanfaat bagi masyarakat. Dia berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dapat melibatkan IDI dan profesi terkait lainnya dalam penyusunan peraturan.

"Semakin banyak yang membahas biasanya semakin sempurna peraturan tersebut," ucap Slamet.

Slamet juga berharap tim transisi presiden terpilih Prabowo Subianto dilibatkan dalam perumusan PP tersebut, mengingat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya tinggal dua bulan lagi.

"Mungkin dalam pembuatan PP ini memang seharusnya pemerintahan bapak Presiden Jokowi dan tinggal 2 bulan, tentunya presiden terpilih kan punya tim juga memang seyogianya melibatkan tim tersebut dalam pembuatan PP ini," kata Slamet.

Sebagai informasi, penerbitan PP Nomor 28 Tahun 2024 sebagai aturan pelaksana Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menuai pro dan kontra di masyarakat. Penggabungan banyak kluster dalam satu PP menjadi salah satu persoalan yang banyak diperdebatkan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bahaya Hamil di Usia Remaja, Dokter: Risiko Kematian Ibu 5 Kali Lebih Tinggi

57 tahun lalu

Moms! 10-42 Hari setelah Melahirkan Disarankan Pakai KB, Ini Tujuannya

57 tahun lalu

Suntik KB untuk Pria Masih Diteliti, BKKBN Bocorkan Informasi Terbaru!

57 tahun lalu

10 Provinsi dengan Peserta Vasektomi Terbanyak di Indonesia, Yogyakarta Peringkat 1

57 tahun lalu

31 Ribu Ayah Indonesia Sudah Vasektomi, Ini Data Terbaru BKKBN!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal