Polisi Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban yang Dibunuh KKB Papua

Irfan Ma'ruf
Polisi belum bisa memastikan jumlah korban yang dibunuh KKB di Papua.

Iqbal juga membantah adanya narasi yang telah menyebutkan motif pelaku menembak para pekerja lantaran KKB Ndugana pimpinan Egianus Kogoyo yang tidak terima setelah salah satu pekerja jembatan mengambil foto upacara peringatan HUT OPM pada 1 Desember 2018 lalu.

"Kebanyakan korban diduga masyarakat Papua. Saudara kita ingin membangun Papua dengan motif yang tidak jelas. Ada narasi di media itu belum tentu kita percaya," katanya mengungkapkan.

Polisi saat ini, dia menambahkan, tengah melakukan upaya penyelamatan terhadap sejumlah korban dalam peristiwa tersebut.

"Kita belum tahu pasti di sana, masih ada yang hidup atau tidak, tapi yang jelas SOP kami menyelamatkan korban. Evakuasi korban itu yang paling penting," kata Iqbal menegaskan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal sebelumnya menyebutkan laporan pertama kali diterima, Senin (3/12/2018) pukul 15.30 WIT. Diakui da, telah terjadi pembunuhan terhadap para buruh di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

"Laporan terakhir total semua korban adalah 31 orang, 24 di bunuh pada hari pertama pada Minggu (2/12/2018), 8 orang lainnya sempat lolos dan sembunyi," kata Kamal dalam siaran pers yang diterima iNews.id di Kota Jayapura, Papua.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

WNA Pamer Kemaluan di Kawasan Blok M Dilepas usai Diamankan, Masih Berkeliaran!

Nasional
3 hari lalu

Viral Mobil Tabrak Lari 4 Motor di Asahan, Pengemudi Nyaris Diamuk Massa Ternyata Polisi

Nasional
3 hari lalu

Kasus Materi Pandji di Mens Rea, Polisi Panggil Pelapor

Megapolitan
11 hari lalu

Polisi Periksa Sejumlah Saksi terkait Kasus Kematian 3 Orang Sekeluarga di Jakut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal