Ia menilai sistem internasional yang anarkis harus diubah, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sayangnya, PBB saat ini seringkali tidak efektif karena adanya hak veto.
"Jadi kami mengharapkan justru Indonesia menjadi leader-nya, mengambil suatu prakarsa-prakarsa aktif berdasarkan aspek-aspek historis yang telah dicapai oleh Indonesia," tuturnya.
"Dasasila Bandung misalnya, itu bisa menjadi hukum internasional yang diperjuangkan oleh Indonesia sebagai prinsip-prinsip pokok di dalam membangun perdamaian antara Palestina dan Israel," kata Hasto.