Menurut dia, kebijakan tersebut berpotensi mendorong penerimaan negara sekaligus meningkatkan devisa ekspor. S&P juga memberikan penilaian positif terhadap peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam memberantas praktik under-invoicing dan transfer pricing.
“Mereka secara khusus menilai positif peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia dalam memberantas praktik-praktik under-invoicing dan transfer pricing yang sesungguhnya adalah praktik penipuan,” kata Prabowo.
Selain S&P, Prabowo menyebut lembaga pemeringkat asal China, China Lianhe Rating, turut memberikan penilaian tinggi terhadap Indonesia. Dia mengatakan China Lianhe Rating memberikan rating AAA dengan outlook stable untuk penerbitan Panda Bonds Republik Indonesia.
“Dari Timur, lembaga rating Republik Rakyat Tiongkok, China Lianhe Rating, justru memberi rating AAA stable, yang merupakan level tertinggi dalam penerbitan Panda bonds untuk Republik Indonesia. Mereka menilai fundamental ekonomi Indonesia solid, kebijakan pemerintah kita efektif, ekonomi kita tahan terhadap guncangan eksternal, dan inflasi kita terkendali,” ungkapnya.
Prabowo menilai berbagai penilaian tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah mengenai pentingnya konsistensi dalam menjalankan kebijakan.
“Kita menerima penilaian-penilaian ini sebagai pengingat bahwa kredibilitas dibangun oleh konsistensi, kerja keras, dan kesungguhan. Dunia tidak hanya menilai apa yang kita umumkan, dunia menilai apa yang benar-benar kita laksanakan,” tutup Prabowo.