Tak hanya berdampak pada akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga menyerap tenaga kerja. Pada tahap awal, program ini melibatkan 7.107 tenaga kerja yang terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 104 lokasi yang telah dimulai sejak 2025.
Kementerian Sosial juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memfasilitasi beasiswa bagi lulusan berprestasi Sekolah Rakyat, di antaranya Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School.
Bagi siswa yang ingin bekerja setelah lulus, kolaborasi dilakukan dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Sementara itu, siswa jenjang menengah pertama dengan kemampuan akademik memadai akan difasilitasi melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda.