"Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik. Seleksi yang baik, unggul, tidak unggul hanya otaknya. Unggul badannya. Unggul jiwanya. Unggul hatinya. Saudara-saudara orang pintar tapi hatinya jahat sangat berbahaya. Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana," ujar Prabowo.
Dia menjelaskan, SMA Taruna Nusantara dibentuk sebagai salah satu upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan. Sekolah tersebut diharapkan dapat menjaring anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang keluarga tanpa membedakan asal-usul mereka.
Prabowo mengibaratkan proses pencarian dan pembinaan calon pemimpin unggul seperti persiapan atlet yang akan mengikuti olimpiade. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia berkualitas di berbagai bidang untuk bersaing dan membawa kemajuan bangsa.
"Ini ibarat kita mau berhasil sebagai bangsa, kita perlu insinyur yang hebat, kita perlu ilmuwan yang hebat, kita perlu dokter-dokter yang hebat, kita perlu ahli-ahli biologi yang hebat, kita perlu penemu-penemu teknologi yang hebat. Dari mana? Kita tidak bisa nunggu seolah-olah bibit- bibit itu akan jatuh dari pohon," ucapnya.