Ia pun mengaku tak terima dengan kondisi tersebut. Sebab, kekayaan Tanah Air seharusnya bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia sendiri.
"Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan hati saya bagaimana negara yang begini makmur, negara yang berjuang ratusan tahun tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia," katanya.
Ia bahkan mengaku heran karena Indonesia memiliki tanah yang subur. Namun, untuk memenuhi kebutuhan beras harus impor dari negara lain.
"Terutama yang tidak masuk di akal saya negara yang begini besar, negara yang diberi karunia maha kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, yang subur tetapi tergantung bangsa lain untuk pangan kita kita impor-impor pangan, tdk masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya," ungkapnya.