"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," kata Presiden.
Di sektor energi, kedua negara mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum guna memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.
Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.
"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," kata Prabowo.
Sementara itu, PM Anutin optimistis terhadap prospek hubungan ekonomi kedua negara yang didukung oleh pasar dengan potensi yang besar dengan total penduduk sekitar 350 juta jiwa. Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui kemudahan akses perdagangan dan investasi serta penguatan kemitraan sektor swasta.
"Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral," kata PM Anutin.