Sementara itu, pembangunan industri pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.
“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra akan disiapkan. Kemudian Danantara yang akan membangun industrinya, dalam dua tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dulu yang sekarang. Kita harus mampu untuk menghasilkan E20, kira-kira itu intinya tadi,” kata Zulkifli.
Ia menyebut hasil pembahasan menunjukkan target produksi E20 dapat dikejar dalam waktu dua tahun. Nantinya, crude oil yang digunakan di dalam negeri dapat dicampur dengan etanol hingga mencapai komposisi E20.
“Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu, dalam dua tahun. Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua,” ujarnya.
Kebutuhan etanol untuk E20, lanjut Zulkifli, akan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan secara bertahap menuju tingkat pencampuran etanol yang lebih tinggi dalam jangka panjang.