Ia pun mengaku gerah dengan praktik sejumlah direksi BUMN yang tetap meminta tantiem meski perusahaan yang mereka kelola membukukan kerugian. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat diterima.
Oleh karena itu, Prabowo mempersilakan para direksi yang tidak mampu mengemban amanah mundur dari jabatannya. Ia menegaskan bahwa memimpin BUMN berarti mengabdi kepada negara dan rakyat, bukan memperkaya diri sendiri.
“(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan,” ucapnya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen penuh membenahi tata kelola BUMN. Ia menekankan bahwa BUMN harus diisi oleh sosok-sosok yang memahami bahwa kekayaan negara wajib dikelola dengan prinsip tanggung jawab yang tinggi.