Dalam laman resmi Dassault Aviation, jet tempur dari Prancis ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 1,8 Mach atau sekitar 2.205 kilometer per jam. Selain itu, jet tempur ini mampu terbang di ketinggian hingga 15 ribu meter.
Pada bagian sistem, Rafale dilengkapi sistem bantuan-pertahanan terintegrasi bernama SPECTRA, yang bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun darat dengan teknologi siluman virtual berbasis perangkat lunak.
Kemudian Rafale juga dapat menggunakan beberapa sistem sensor pasif. Sistem optik-listrik bagian-depan atau Optronique Secteur Frontal (OSF) yang dikembangkan oleh perusahaan Thales Group.
Dengan rangkaian sistem tersebut, Rafale menjadi jet tempur yang mampu bertahan dalam menghadapi ancaman dari udara maupun daratan.
Pada bagian persenjataan, pesawat seharga Rp1,6 triliun ini dibekali GIAT 30/719B cannon dengan 125 bulatan hingga rudal nuklir ASMP-A.
Mengutip keterangan resmi Kemhan RI, dalam pertemuan dengan KSAU Prancis tersebut Prabowo menyoroti kesuksesan dan upaya peningkatan hubungan antara kedua negara.
"Prancis adalah mitra strategis utama bagi Indonesia dalam hal geopolitik dan geostrategi," ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan bahwa program akuisisi alutsista dari Prancis diupayakan agar meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia melalui kegiatan transfer teknologi dan kerja sama.