“Nahnu naqifu huna biwashfina min bayni athfal, alladzina u’thiyat lahum al-fursah al-akhirah li al-ilthihaq bi ad-dirasah. Bin nisbati ilaina, al-madrasatu hiya al-amal, al-madrasatu hiya al-mustaqbal (Kami berdiri di sini sebagai bagian dari anak-anak yang telah diberikan kesempatan terakhir untuk dapat melanjutkan pendidikan. Bagi kami, sekolah adalah harapan, sekolah adalah masa depan),” ucap Royya.
Sementara itu, Nur Aisah dari SRMA 10 Jakarta menyampaikan pidato dalam bahasa Mandarin. Dengan intonasi yang mantap, dia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan rakyat.
Pidato terakhir disampaikan oleh Riski Aulia dari SRT 7 Probolinggo menggunakan bahasa Jepang. Riski menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo atas kepedulian terhadap pendidikan anak-anak bangsa.
“Dakara koso, watashitachi no kokoro no ichiban fukai tokoro kara mōshiagemasu. Arigatōgozaimasu daitōryō kakka Prabowo Subianto (Oleh karena itu, dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami menyampaikan terima kasih. Terima kasih, Yang Mulia Presiden Prabowo Subianto),” ujar Riski.
Sepanjang rangkaian pidato, Presiden Prabowo terlihat menyimak dengan seksama dan beberapa kali memberikan tepuk tangan.