Menurutnya, penguasaan semikonduktor dapat menjadi fondasi pengembangan perangkat keras nasional. Peruri berharap kemampuan merancang chip mikrokontroler untuk dokumen kenegaraan dan identitas digital dapat dikembangkan secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap rantai pasok asing berkurang.
Di sisi lain, pemanfaatan AI diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat sistem keamanan perusahaan. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi anomali yang berpotensi menimbulkan risiko serta mendukung pengambilan keputusan dan tata kelola yang lebih responsif.
Sementara itu, post-quantum cryptography menjadi bagian dari upaya menyiapkan perlindungan data untuk menghadapi potensi serangan siber yang memanfaatkan kemampuan komputasi kuantum. Teknologi kriptografi tersebut dirancang untuk menjaga keamanan informasi ketika komputer kuantum yang lebih canggih berpotensi mengancam sejumlah metode enkripsi saat ini.
Pengembangan ketiga bidang tersebut diharapkan memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengelola teknologi strategis.