JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan konsistensi Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok membuat posisi Indonesia diakui serta dipercaya negara-negara di dunia. Menurutnya, prinsip tersebut merupakan warisan penting para pendiri bangsa yang terus dijaga hingga kini.
“Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Warisan itu adalah politik luar negeri yang nonblok, non-aligned, yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok atau pakta militer apa pun,” ujar Prabowo dalam pertemuan bersama pengusaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Prabowo menambahkan, sikap netral Indonesia membuat banyak negara memandang Indonesia sebagai pihak yang tidak memiliki kepentingan mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Hal itu, kata Kepala Negara, tercermin saat dirinya melakukan kunjungan ke Seoul, Korea Selatan.
Menurut Prabowo, dalam pertemuan tersebut Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara sebagai upaya membuka ruang dialog.
"Kunjungan saya terakhir di Seoul, Korea Selatan, presiden minta kepada saya, 'Bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog.' Saya bilang, 'Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,'" kata dia.