Praktik Jual Beli Jabatan Masih Marak, Ketua KASN Beberkan Penyebabnya

Dita Angga
KASN mengakui jual beli jabatan jabatan pimpinan tinggi pemerintahan masih marak terjadi. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id -Jual beli jabatan menjadi salah satu modus korupsi yang sering dilakukan kepala daerah. Bahkan jual beli jabatan pimpinan tinggi seperti sekretaris daerah (sekda) masih terjadi meskipun penunjukannya melalui seleksi terbuka.

Baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota nonakaktif Tanjungbalai, M Syahrial dan Sekda Kota Tanjungbalai Yusmada sebagai tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Syahrial diduga telah menerima uang sebesar Rp200 Juta dari Yusmada. Uang tersebut merupakan suap agar Yusmada diangkat dari jabatan Kepala Dinas PUPR menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Agus Pramusinto mengatakan masih adanya jual beli jabatan karena ada simbiosis mutualisme antara biaya politik yang mahal dengan ASN yang hanya mau jalan pintas untuk dapatkan jabatan.

“Ada simbiosis mutualisme antara biaya politik yang mahal dan mental segelintir ASN yang ingin jalan pintas mencari jabatan strategis,” katanya di Jakarta, Sabtu (28/8/2021).

Menurutnya sistem sebaik apapun akan tetap dicari celahnya jika simbiosis itu masih ada.

“Sistem sebaik apapun akan dicari celahnya oleh pejabat yang integritas dan  mentalnya buruk,” ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
19 jam lalu

Respons Bahlil usai Kader Golkar Fahd A Rafiq Hattrick Jadi Tersangka Korupsi

19 jam lalu

KPK Sita Uang Rp106,3 Miliar dari OTT Kasus HGB, Jadi Salah Satu Barang Bukti Terbesar

22 jam lalu

KPK Deteksi Pemberian Rp300 Juta dari Summarecon ke Kementerian ATR Sebelum OTT Kasus HGB

22 jam lalu

Nusron Wahid Kembali Absen Rapat di DPR usai 4 Orang Kepercayaan Kena OTT KPK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal