"Ya naif itu lugu, dianggap lugu, dan kadang-kadang dalam dunia persaingan, ya, lugu itu dianggap, dianggap bego gitu, nggak pinter. Jadi kita harus hati-hati, ya," ujarnya.
Prabowo kemudian menyinggung filosofi kepemimpinan Jawa yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bersikap lugu dan harus selalu waspada. Menurutnya, prinsip tersebut juga diajarkan dalam berbagai budaya di Indonesia.
"Dan benar sebetulnya di kalangan kita pun kita di ajaran-ajaran filosofi kepemimpinan Jawa juga diajarkan, pemimpin nggak boleh lugu. Ya. Saya kira di suku, di semua suku juga diajarkan, ya, pemimpin tidak boleh lugu, pemimpin harus waspada," kata Prabowo.
Dia kemudian mengutip filosofi Jawa 'eling lan waspodo', yang berarti ingat dan waspada. "Pemimpin itu kalau di filosofi Jawa, eling lan waspodo. Ingat dan waspada," ujarnya.
Prabowo juga mengibaratkan pentingnya kewaspadaan melalui penggunaan api dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, api dibutuhkan, tetapi dapat membahayakan apabila tidak digunakan secara hati-hati.