Pada Oktober 2026, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Ahrie sebagai Kepala Divisi Hukum Polri. Dia mulai resmi menduduki jabatan tersebut pada 3 Oktober 2026.
Selain memiliki pengalaman di berbagai jabatan strategis, Ahrie juga dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hukum dan ilmu kepolisian. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2002 dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK).
Ahrie juga menempuh pendidikan Magister Hukum (MH) di Universitas Diponegoro serta Magister Ilmu Kepolisian (M.Si.).
Dia turut meraih gelar Master of Policing, Intelligence and Counter-Terrorism (M.PICT.) dari Macquarie University, Australia. Pendidikan akademisnya berlanjut hingga jenjang doktoral. Ahrie meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2018 dengan fokus penelitian reformasi kultur kepolisian.
Perjalanan karier Ahrie juga ditandai dengan pencapaian pangkat yang relatif cepat. Dia menjadi perwira tinggi pertama dari Akpol angkatan 2002 yang meraih pangkat Brigadir Jenderal Polisi dan kemudian Inspektur Jenderal Polisi.
Pencapaian tersebut membuatnya menjadi salah satu perwira muda yang menonjol di lingkungan Polri. Kini, dengan pangkat jenderal bintang dua dan jabatan Kepala Divisi Hukum Polri, Ahrie mengemban tugas strategis dalam bidang hukum di institusi kepolisian.