Dalam kiprahnya, Ra Mamak dikenal sebagai salah satu pengasuh di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Madura.
Di pesantren ini, dia berperan dalam membina santri, mengajar ilmu agama, dan mengembangkan sistem pendidikan berbasis kitab kuning.
Perannya sebagai pengasuh menunjukkan posisi pentingnya dalam menjaga tradisi pesantren sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.
Tak hanya di dunia pesantren, Ra Mamak juga aktif dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
Dia tercatat sebagai bagian dari kepengurusan NU di Sumenep. Keterlibatan ini memperkuat pengaruhnya, tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat yang terlibat dalam dinamika sosial-keagamaan.