Psikolog UGM Soroti Polemik Wisuda Anak Sekolah, Ini Katanya

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi wisuda sekolah (freepik)

“Dari pengalaman saat wisuda anak ketika SD di Australia, kami diundang dan mendengarkan setiap anak perkembangannya seperti apa. Jadi, merayakan perkembangan anak poinnya. Tidak ada acara makan-makan dan perayaan mewah lainnya,” kata Dosen Fakultas Psikologi UGM ini.

Sementara di Indonesia, kata Novi, pelaksanaan wisuda di jenjang TK hingga SD tak jarang harus sampai menyewa gedung mewah, menyewa baju, dan lainnya. Hal tersebut menjadi terlalu berlebihan dan memberatkan orang tua serta sekolah.

Kondisi ini pada akhirnya memunculkan kritik dari berbagai pihak sehingga pemerintah melalui Kemendikbudristek mengeluarkan Surat Edaran (SE) sebagai bentuk respons akan polemik tersebut. Melalui SE No.14  Tahun 2023 yang diterbitkan 13 Juni 2023 ini Kemendikbudristek mengimbau tidak menjadikan kegiatan wisuda sebagai kegiatan wajib dan jika melaksanakan pelepasan siswa dalam bentuk wisuda tidak boleh membebani orang tua atau wali peserta didik.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar perlu adanya tambahan informasi terkait wisuda agar tidak hanya berfokus pada selebrasi kelulusan tetapi menjadi hal yang lebih bermanfaat untuk anak ke depannya.

“Sebenarnya perlu edukasi karena kalau cuma dilarang wisuda nantinya akan tetap ada kegiatan serupa, hanya ganti nama. Bukan soal selebrasi atau wisudanya tapi lebih ke lifestyle berlebihan saat wisuda,” ucap dia.

Novi menekankan pentingnya edukasi terkait esensi wisuda kepada semua pihak termasuk orang tua. Esensi dari kegiatan wisuda adalah sebagai ajang refleksi bagi anak-anak dan orang tua  terkait perjalanan mereka selama menjalani pendidikan.

“Sebenarnya wisuda itu selain mensyukuri ada tahap yang sudah terlampaui, tetapi juga sebagai refleksi perkembangan apa yang sudah dicapai. Refleksi pada masing-masing anak,” ujar Novi.

Tak hanya itu, momen wisuda juga dimaknai sebagai upaya untuk menyiapkan anak dan orang tua menjalani jenjang pendidikan selanjutnya.

“Bukan soal administrasi lho, tetapi misal mau SMP kan sudah remaja. Nah, memasuki masa remaja ini apa yang perlu disiapkan orang tua, apa yang dipesankan pada anak-anak, pemaknaan seperti ini yang harus dipelajari,” kata dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
23 hari lalu

Prabowo Ingin Perbanyak SMA Unggulan, Target 500 Sekolah dalam 4 Tahun

Nasional
24 hari lalu

Presiden Prabowo: Tahun Ini Saya Renovasi 60.000 Sekolah

Nasional
1 bulan lalu

Nilai TKA Matematika dan Bahasa Inggris SMA Jeblok, DPR: Evaluasi Total

Nasional
1 bulan lalu

Hasil TKA 2025 jenjang SMA: Nilai Rerata Matematika 36,10, Bahasa Inggris 24,93

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal