Menurutnya, PT Pindad yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga memasuki tahap akhir ekspor enam unit kendaraan tempur model Anoa
“Kami lagi proses akhir di Bangladesh. Kami akan support (mendukung alat pertahanan Bangladesh dengan) enam unit Anoa dan kami juga akan tawarkan senjata laras dan 556 (unit) senjata (senapan serbu model) SS2. Tapi yang waktu dekat (akan terealisasi ekspor) enam unit Anoa,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menjelaskan, Filipina juga menunjukkan minat membeli kendaraan tempur jenis medium tank Harimau. Proses penawaran dan lelang, kata dia masih terhambat oleh pandemi Covid-19.
“Sudah cukup lama (Filipina menunjukkan ketertarikan terhadap Harimau), hanya (adanya) pandemi Covid-19 menyebabkan lelangnya diundur terus. Selain itu, (Harimau) juga diminta oleh Bangladesh, selain Anoa,” katanya.