Dia melanjutkan, yang terpenting dalam pembahasan revisi UU Pemilu adalah memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan efektif dan efisien serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
"Ya, yang penting adalah nanti pileg dan pilpresnya itu akan bisa efektif, kemudian efisien, bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara dan kan pemilunya masih 2029," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mengakui adanya pertemuan para ketua umum partai politik koalisi untuk membahas revisi UU Pemilu. Dalam pertemuan tersebut, Gerindra menyatakan setuju dengan usulan ambang batas parlemen sebesar 5 persen.
Sugiono mengatakan pertemuan itu hanya diikuti partai-partai koalisi pemerintah dan Gerindra diwakili Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
"Kemudian juga bagaimana suara-suara rakyat, yaitu yang tersisa atau apa, itu tetap bisa terakomodir dengan baik. Karena bagaimanapun ya itu adalah suara dan aspirasi mereka," kata Sugiono.