"Message-nya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya gak main-main. Ada dua yang saya akan copot," sambung dia.
Purbaya menyoroti bahwa salah satu akar permasalahan utama terletak pada lemahnya sistem pelaporan serta adanya misinformasi dari jajaran internal. Ia membeberkan pengalaman tahun lalu di mana realisasi restitusi di lapangan membengkak jauh melampaui estimasi awal yang disampaikan oleh stafnya saat rapat koordinasi.
"Jadi gini, tahun lalu saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan," ucap Purbaya.