JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematangkan rencana efisiensi besar-besaran di tubuh kementerian dan lembaga (K/L). Hal ini disampaikan Purbaya menjelang rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), sebagai tindak lanjut koordinasi sebelumnya dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menurut Purbaya, tantangan dalam mendorong K/L untuk melakukan penghematan secara mandiri, sehingga pemerintah pusat kemungkinan akan mengambil langkah intervensi langsung.
“Mungkin, karena ada putusan efisiensi sudah kami rapatkan sebelumnya dengan Menko Perekonomian tentang efisiensi,” ujar kepada awak media di Istana Negara, Kamis (19/3/2026).
Purbaya menyoroti kecenderungan kementerian yang justru menambah usulan anggaran saat diminta melakukan penghematan. Karena itu, Kementerian Keuangan akan menetapkan besaran potongan yang harus disesuaikan oleh masing-masing instansi.
“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh tidak mau memotong, mereka menaikan semua malah. Kalau bisa saya putuskan saya potong berapa, mereka yang sesuaikan. Nanti kami akan kasih tahu ke mereka,” tuturnya.
Fokus efisiensi akan diarahkan pada belanja yang dianggap tidak mendesak atau memiliki dampak rendah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Nanti kan tadinya kami minta mereka memotong anggaran-anggaran yang dianggap bisa ditunda untuk sementara. Macem-macem. Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu kan bisa dipilih,” ucapnya.