Ragukan Sumbangan Rp2 Triliun, Eks Menkumham Ingat Kasus Serupa di NTB

Riezky Maulana
Eks Menkumham Hamid Awaludin ragu perwakilan keluarga Akidi Tio bisa menyerahkan bantuan Rp2 triliun (Foto: Dede))

Akan tetapi sampai dengan saat ini dia tidak pernah lagi mendengar kabar dan tindak lanjut dari pernyataan tersebut. "Beliau sendiri menjanjikan Rp100 M dari pribadi sebagai pengusaha. Lalu yang selebihnya Rp2 T digalang dari berbagai pengusaha. Belum pernah saya dapatkan data bahwa itu teralisir. Karena itu saya trauma," katanya.

Alasan kedua, karena dahulu sempat ada seorang menteri yang mengatakan di bawah Prasasti Batu Tulis Bogor terdapat harta karun yang berbentuk emas batangan. Jika emas tersebut digunakan, maka utang Indonesia akan langsung lunas.

Lagi-lagi, jelas Hamid, emas tersebut tidaklah nyata. Menurutnya, hal itu amat mengganggu akal sehat dan logika masyarakat.

"Usut punya usut itu (Harta Karun) semua tidak ada. Ketika diberitahu menterinya kenapa itu kosong, jawabannya sederhana, bahwa orang yang menggalinya itu tidak ikhlas. Bagaimana akal sehat anda bisa menerimanya?" tuturnya.

Kecurigaan selanjutnya yakni adanya inkonsistensi profil dari Akidi Tio yang disebutkan sebagai seorang pengusaha. Hamid pun mempertanyakan yang bersangkutan pengusaha bergerak di bidang apa. 

"Kalau toh itu uang ada, bagaimana prosesnya sampai dengan ada akumulasi Rp2 T? Kalau Rp2 T saja dia sumbangkan, berarti berapa modalnya ini orang? Apakah uang itu halal dan kalau ada ya, apakah bukan hasil dari money laundry?" ujarnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kekeringan Landa Kota Bima NTB, 1.129 KK Kesulitan Air Bersih

57 tahun lalu

Ahli Waris Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci Dapat Santunan Rp54 Juta

57 tahun lalu

Waspada! NTB-NTT Potensi Diguyur Hujan Lebat, 2 Bibit Siklon Tropis Terdeteksi

57 tahun lalu

Bibit Siklon Tropis Baru Terpantau di Selatan NTB, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal