Sugiono menilai pembenahan layanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun manusia Indonesia yang unggul.
"Kesehatan juga merupakan faktor dan pilar penting dalam membangun serta membentuk manusia Indonesia yang unggul, sehingga Presiden mencanangkan transformasi besar di sektor ini demi memenuhi kebutuhan layanan medis rakyat," ucapnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, Sugiono menyebut ketahanan kebencanaan dan pengentasan kemiskinan sebagai dua agenda penting lainnya. Untuk kebencanaan, pemerintah mengusung program 'Kita Tangguh' yang mencakup penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana, serta percepatan rekonstruksi pascabencana.
Di bidang sosial, pemerintah juga berupaya memutus rantai kemiskinan melalui penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Penerima manfaat mencakup fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Sugiono turut mengapresiasi kinerja Pratikno selama memimpin Kemenko PMK. Dia mengatakan sejumlah hal yang belum rampung akan segera dilengkapi.
Dia juga mengingatkan jajaran Kemenko PMK bahwa kementerian tersebut membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga karena cakupan tugasnya menyentuh seluruh fase kehidupan masyarakat.
"Tanggung jawab yang diemban kementerian ini meng-cover kehidupan manusia Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal, sehingga kementerian ini harus lebih bisa mengorkestrasi, mensinergikan, dan memobilisasi semua kementerian serta lembaga terkait demi mencapai visi besar ini dalam waktu sesingkat-singkatnya," tuturnya.