Yandri meminta para kepala desa meningkatkan kewaspadaan dan membantu masyarakat mengikuti langkah mitigasi yang telah disampaikan pemerintah. Namun, dia mengingatkan masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Jadi pokoknya kita juga berpesan dengan para kepala desa supaya tetap waspada, tapi tidak terlalu cemas karena ini memang sudah lumayan sering Anak Krakatau ini mengeluarkan abu vulkanik,” tuturnya.
Menurutnya, pemerintah telah memberikan sejumlah imbauan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan.
“Inti pokoknya sebenarnya pendekatan kepada secara apa namanya perilaku kehidupan sehari-hari yang mungkin selama ini kita lebih bebas keluar rumah, kemudian rumahnya terbuka. AC-nya gampang dihidupkan, sekarang kan lebih ketat lagi dan lebih hati-hati. Itu aja sih,” ucapnya.
Yandri berharap, masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah dan meningkatkan kewaspadaan selama sebaran abu vulkanik masih terjadi.