Selain itu, Daeng mengatakan dengan dibukanya Monumen Pengabdian Dokter Indonesia akan mengingatkan kepada seluruh masyarakat sejarah baru perjuangan dokter Indonesia.
“Sejatinya dokter Indonesia itu memiliki dua jati diri yang penting dari awal. Sebagai insan pejuang kemanusiaan sudah pasti, karena dari masa pendidikan sampai diluluskan itu nilai-nilai humanisme betul-betul ditanamkan, nilai-nilai altruism betul-betul ditanamkan,” kata Daeng.