Sebelumnya, Rismon mengaku siap dihina, dicerca dan dicap sebagai pengkhianat terkait temuan terbarunya soal keaslian ijazah Jokowi. Rismon mengaku dirinya juga merasa tersakiti terhadap temuannya sendiri.
"Tapi, penelitian adalah penelitian. Yang bisa menguji penelitian adalah hasil penelitiannya. Baik orangnya, atau orang lain. Ya sudah, saya sampaikan itu kepada penyidik sekitar seminggu yang lalu," kata ahli forensik digital itu usai sowan ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Kamis (12/3/2026) petang.
Kedatangan tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu ini bertujuan untuk mengklarifikasi temuan terbarunya sekaligus menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Jokowi.
Didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, Rismon tiba di Gang Kutai Utara sekitar pukul 17.10 WIB dan diterima langsung oleh Jokowi di dalam rumah. Pertemuan tertutup tersebut berlangsung selama hampir satu jam.
Usai pertemuan, Rismon mengungkapkan dalam dua bulan terakhir dirinya melakukan penelitian independen lanjutan dengan menguji ulang seluruh metodologi yang pernah dia tulis dalam buku Jokowi's White Paper.