RSHS Bandung Umumkan 1 Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal

iNews TV
Tim medis RSHS Bandung saat memberikan pengumuman terkait kasus meninggal pasien diduga terpapar virus super flu. (Foto: iNews TV)

Menurutnya, pasien yang meninggal memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid  cukup berat sehingga memperburuk kondisi kesehatannya.

"Jadi apakah itu langsung disebabkan virus kita tidak bisa menyatakan, karena dia (pasien) memang memiliki komobid yang banyak," katanya.

Menurut dr Yovita, keberadaan penyakit penyerta membuat kondisi pasien menjadi lebih kompleks, sehingga kematian tidak bisa serta-merta disimpulkan akibat virus super flu.

RSHS Bandung menyatakan super flu tidak lebih berbahaya dibandingkan Covid-19. Namun demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan pasien dengan penyakit penyerta.

Gejala flu berat yang tidak kunjung membaik disarankan segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik.

RSHS Bandung meminta warga tetap menjalani pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan kewaspadaan yang tepat dan penanganan medis yang cepat, risiko dampak serius akibat virus super flu dapat ditekan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jakarta Masih Nihil Super Flu, Pramono Persilakan Warga Vaksinasi untuk Pencegahan

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Pramono: Sampai Hari Ini di Jakarta Belum Ada Kasus Super Flu

57 tahun lalu

Super Flu Subclade K Mulai Menyerang Jakarta? Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal