“Jadi harusnya kalau lihat dari sisi supply dolar harusnya nggak kekurangan,” tutur dia.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memberikan imbauan tegas kepada para pelaku pasar agar tidak melakukan spekulasi yang berlebihan di tengah pergerakan nilai tukar yang cenderung menjauhi nilai fundamentalnya.
Sementara itu, terkait dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama subsidi energi, Purbaya memastikan posisi fiskal masih aman karena kenaikan nilai tukar diimbangi oleh harga minyak dunia yang masih berada di bawah asumsi makro.
“Dolarnya naik berapa sih, nggak jauh beda dengan asumsi APBN kita dan harga minyaknya kan di bawah asumsi APBN. Jadi subsidinya ya gampangnya relatif terkendali selama ini,” kata Purbaya.