Rupiah Anjlok ke Rp16.860 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah anjlok terhadap dolar AS. (Foto: iNews.id)

BI meyakini kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih sangat positif. Hal ini dibuktikan dengan masuknya aliran modal asing (neto) ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham yang mencapai Rp11,11 triliun pada Januari 2026. 

Selain itu, premi risiko (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tetap bertahan di level rendah, yakni sekitar 72 bps. Oleh karena itu, untuk meredam volatilitas, BI melakukan intervensi yang komprehensif, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar internasional.

"Stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia yang terus dilakukan secara berkesinambungan melalui intervensi NDF di pasar off-shore di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder," tegas Erwin.

Ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi guncangan global didukung oleh posisi cadangan devisa yang sangat memadai. Per akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 156,5 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.135 per Dolar AS, Analis Ungkap Biang Keroknya

1 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Buka Suara dan Pantau Pergerakan Kurs

4 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS

6 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambruk ke Rp18.022 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal