Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, BI Ungkap Penyebabnya

Anggie Ariesta
BI buka suara penyebab anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp18.000. (Foto: Istimewa)

Secara teknis, Destry menjabarkan bahwa operasi pasar akan dieksekusi secara berkesinambungan dan konsisten melalui berbagai instrumen berlapis, baik di pasar domestik maupun internasional (offshore), serta memperkuat komunikasi dengan para pelaku usaha.

"Intervensi yang berkesinambungan akan terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar lainnya terus dilakukan secara intensif," ungkap dia.

Sebagai strategi jangka panjang dalam memitigasi risiko volatilitas nilai tukar, Bank Indonesia juga terus memperluas diversifikasi penyelesaian transaksi perdagangan bilateral tanpa menggunakan mata uang dolar AS, melainkan lewat skema mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

"Selain itu Bank Indonesia juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar. Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab," ujar Destry.

Strategi de-dolarisasi ini menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat masif di awal tahun ini. Destry memberikan perbandingan data di mana realisasi pemanfaatan LCT per April 2026 hampir menyamai pencapaian sepanjang tahun lalu.

"Diversifikasi transaksi perdagangan melalui skema LCT ini terus mengalami peningkatan di bln April mencapai sekitar 22,7 miliar vs full year thn lalu yang sekitar 25,7 miliar," kata Destry.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
19 jam lalu

Prabowo Panggil Gubernur BI dan Menkeu ke Istana 2 Hari Berturut-turut, Bahas Apa?

21 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat 54 Poin ke Rp17.992 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

2 hari lalu

BI Siapkan Intervensi Jaga Rupiah, Inflasi Pangan Jadi Perhatian

2 hari lalu

Prabowo Panggil Bos OJK hingga Gubernur BI ke Istana, Bahas soal Ancaman MSCI?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal