Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah dibuka naik 0,47 persen ke Rp17.943 per dolar AS pada perdagangan, Rabu (5/8/2026). (Foto: Dok. IMG)

Apresiasi mata uang kawasan dipicu oleh meningkatnya tekanan terhadap greenback pascarilis data lowongan kerja Amerika Serikat (Job Openings and Labor Turnover Survey/JOLTS) yang berada di bawah ekspektasi pasar. 

Di samping itu, sentimen risiko global terpantau membaik berkat adanya laporan terkait kemajuan kesepakatan antara AS dan Iran, yang memicu optimisme akan dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa melemahnya indeks dolar AS akibat rilis data tenaga kerja serta meredanya tensi di Selat Hormuz menjadi pendorong utama pergerakan positif rupiah.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," ujar Lukman dalam risetnya.

Meski demikian, Lukman menilai laju kenaikan rupiah masih berpotensi tertahan mengingat para investor cenderung berhati-hati menunggu rilis data PDB kuartal II 2026 yang dijadwalkan diumumkan pemerintah pada siang hari.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
10 jam lalu

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000, Buyback Menyusut Jadi Segini

10 jam lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 5 Agustus 2026 di SPBU Seluruh Indonesia

11 jam lalu

17 Kuda Pacu Ikut Terbakar di KM Mutiara Sentosa, Harga per Ekor Rp60-100 Juta

14 jam lalu

Minyak Dunia Melonjak Lagi, Ini Dampaknya terhadap Harga BBM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal