Rupiah Ditutup Kembali Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya

Rohman Wibowo
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 26 poin atau 0,15 persen ke Rp17.897 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (7/8/2026). (Foto: Dok. IMG)

Ibrahim menjelaskan, perkembangan cadangan devisa tersebut terutama ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah. 

Di sisi lain, terdapat faktor penahan berupa pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia (BI)bdi tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor, atau 5,3 bulan impor jika diakumulasikan dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut jauh melampaui standar kecukupan internasional yangberada di kisaran 3 bulan impor. 

BI menilai cadangan devisa ini sangat memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, dan memelihara sistem keuangan.

Ke depan, bank sentral optimistis ketahanan sektor eksternal tetap terjaga didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran modal asing yang terus masuk. Hal ini sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional serta imbal hasil investasi yang menarik. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
10 jam lalu

Cadangan Devisa RI Turun jadi 145,3 Miliar Dolar AS di Juli 2026

1 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,29 Persen, BPS Sebut Konsumsi dan Investasi Masih Kuat

2 hari lalu

Pramono: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Lampaui Nasional

2 hari lalu

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal