Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rohman Wibowo
Nilai tukar rupiah ditutup turun tipis 2 poin ke Rp17.696 per dolar AS pada perdagangan, Rabu (16/9/2026). (Foto: Dok. IMG)

Selain disrupsi rantai pasok energi di kawasan Timur Tengah, sentimen penekan utama bagi pasar valas datang dari sikap agresif bank sentral Amerika Serikat. Pelaku pasar global memilih bersikap defensif sembari mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan yang berpotensi melambungkan kembali indeks dolar AS.

"Pasar saat ini menantikan keputusan suku bunga The Fed Kamis dini hari nanti pukul 01.00 WIB, di mana probabilitas CME FedWatch mencapai hampir 92,4 persen bahwa The Fed di bawah Kevin Warsh akan menaikkan suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen," katanya.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis proyeksi ekonomi The Fed terkini serta pernyataan resmi Kevin Warsh guna membaca arah kebijakan moneter ke depan. Sentimen eksternal yang kian mahal akibat fenomena global duration tersebut kian mempersempit ruang gerak rupiah, terlebih di tengah permintaan domestik yang belum sepenuhnya solid.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti beban berat yang dipikul nakhoda baru Kementerian Keuangan dalam menavigasi postur anggaran belanja negara. Otoritas fiskal dituntut cermat meracik stimulus agar instrumen APBN tetap mampu menopang daya beli tanpa mengorbankan disiplin anggaran.

"Tantangan Menkeu baru Suahasil Nazara adalah menjaga kapasitas fiskal untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mempertahankan komitmen defisit di bawah 3 persen PDB, sebab kredibilitas fiskal sangat krusial sebagai bantalan saat terjadi guncangan ekonomi," ucapnya.

Untuk perdagangan besok mata uang rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak fluktuatif namun tetap ditutup melemah di rentang Rp17.690 hingga Rp17.750.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 jam lalu

Abdul El Sayed Muslim Pertama Jadi Senator AS, Tuduhan Ekstremis Islam Tak Mempan

5 jam lalu

Daftar Politisi Muslim Menang Pemilu AS: Ada Keturunan Palestina hingga Mualaf

6 jam lalu

Terjebak di Kamboja 2 Minggu karena Tak Sanggup Beli BBM, Kapal Pesiar Mewah Lanjut Berlayar

7 jam lalu

Partai Trump Kalah dalam Pemilu AS, Ini Komentar Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal