Selain itu, penarikan kembali ancaman tarif perdagangan terhadap banyak negara di Eropa oleh presiden AS pekan lalu setelah AS menguasai Greenland, dan dengan demikian memperoleh pengaruh strategis di Arktik.
Kemudian, Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap beberapa sekutu AS, terutama embargo perdagangan efektif terhadap Kanada. Presiden menolak potensi perdagangan antara Kanada dan China, dan mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Ottawa.
Dari sentimen domestik, pemerintah diprediksi akan menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan utang pada 2026. Meski target pembiayaan utang netto dalam RAPBN 2026 tercatat sebesar Rp832,21 triliun, kebutuhan untuk menarik utang baru secara bruto jauh lebih besar, yakni mencapai Rp1.650 triliun.
Angka tersebut meliputi kebutuhan untuk menutup defisit anggaran dan, yang lebih signifikan, untuk melunasi pokok utang lama yang jatuh tempo pada tahun berjalan.
Risiko utama yang mengemuka adalah risiko pembiayaan kembali (refinancing risk). Risiko ini menguat seiring dengan memendeknya tren rata-rata jatuh tempo utang (Average Time to Maturity/ATM), dari 9,73 tahun pada 2014 menjadi prakiraan 7,7 tahun pada 2026.