Kemudian, Trump menominasikan mantan gubernur Federal Reserve Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral berikutnya. Meskipun nominasi tersebut menghilangkan poin ketidakpastian utama bagi pasar, mengurangi permintaan aset aman, Warsh juga dipandang sebagai pilihan yang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar.
Warsh sebagian besar mendukung tuntutan Trump untuk suku bunga yang lebih rendah. Tetapi ia juga mengkritik aktivitas pembelian aset Fed dan menyerukan neraca yang lebih kecil, tema yang dapat membuat kebijakan moneter tetap relatif ketat dalam beberapa tahun mendatang.
Dari sentimen domestik, S&P Global Market Intelligence mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 52,6 pada Januari 2026. Angka tersebut naik dari level 51,2 pada Desember 2025.
Kenaikan tergolong sedang dan pertumbuhan terus meningkat dengan indeks di atas 50. Kenaikan itu didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru.
Data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan pada 12-23 Januari 2026 dengan cara menyebar kuesioner kepada para manajer pembelian dari panel terpilih yang berasal dari 400 perusahaan manufaktur. Mereka dipilih agar mencerminkan kondisi industri yang sebenarnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.750-Rp16.780 per dolar AS.