“Anda pergi ke mall mewah, apa yang terjadi? Orang datang ke mall mewah, tapi ngapain? Makan, ga ada cerita belanja,” ucapnya.
Dia juga mengaku melihat secara langsung sejumlah kios di pusat perbelanjaan yang terpaksa tutup karena tidak mampu membayar biaya operasional dan sewa tempat usaha yang mahal.
“Bahkan kemarin saya baru menyaksikan beberapa kios yang ada di koridor itu sudah tidak ada karena mereka tidak sanggup lagi membayar sewa. Karena biaya yang demikian tinggi dan tidak ada pembeli,” kata dia.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap kelas menengah masih sangat terasa. Kelompok ini dinilai belum sepenuhnya pulih usai terdampak pandemi Covid-19, dan diikuti berbagai guncangan ekonomi global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Apa artinya? Pukulan kelas menengah itu demikian terasa kencangnya, sehingga mereka belum kokoh bangkit karena Covid, kemudian dipukul lagi dengan situasi perang Ukraina-Rusia, perang Amerika-Iran,” ujarnya.