Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Kuat

Anggie Ariesta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Anggie Ariesta)

Terkait ekspor kelapa sawit, batu bara dan juga ferro alloy, Airlangga menegaskan tidak ada perubahan drastis. Angka ekspor dari tiga komoditas yang akan diurus oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ini relatif sama dengan Mei.

Airlangga pun menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga inflasi tetap terjaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.

"Ini terus kita jaga dan juga pemerintah mendorong beberapa insentif termasuk insentif untuk industri chemicals dimana impor bahan baku plastik akan dinolkan dan ini PMK-nya sedang dibuat," katanya.

Airlangga mengatakan pemerintah juga sudah mengatasi masalah industri petrochemical. Pemerintah menetapkan Bea Masuk (BM) 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia untuk enam bulan ke depan.

Kemudian, program-program pemerintah seperti KUR dan subsidi KPR, yang capaiannya dinilai relatif baik dan aman.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

57 tahun lalu

Dasco Apresiasi Terobosan Baru BI Perkuat Rupiah, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal