JAKARTA, iNews.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengungkap penyebab banyak pabrik di Indonesia gulung tikar. Menurutnya, hal itu tak dipengaruhi oleh upah minimum saja.
Said Iqbal mengungkapkan, berdasarkan catatan KSPI, banyak pabrik yang tutup sejak 2025 hingga Juni 2026 justru berada di daerah dengan upah minimum relatif rendah. Dia mencontohkan Jawa Tengah, salah satu wilayah dengan industri tekstil terbesar di Indonesia.
“Kalau dibilang kenaikan upah minimum 7,5 persen sampai 9 persen membuat perusahaan tutup, mari melihat fakta di lapangan, adapun dari 2025 sampai bulan Juni 2026, pabrik paling banyak tutup yang di daerah upah minimum rendah, misalnya Jawa Tengah,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, penutupan pabrik hingga berujung PHK dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, konflik geopolitik melemahkan daya beli masyarakat dunia sehingga permintaan impor dari berbagai negara ikut menurun.
Dampaknya merembet ke industri dalam negeri. Konflik geopolitik mendorong kenaikan harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok bahan baku, sehingga biaya produksi perusahaan di Indonesia semakin tinggi.