Untuk itu dia melihat apa yang dilakukan Evi sangat relevan dengan masalah bangsa. Tumpukan sampah yang kini menjadi permasalahan justru menjadi peluang usaha dan menjadi solusi.
Hal tersebut kata Sandiaga Uno harus menjadi buah bibir sehingga teman-teman lainnya bisa mengikuti. Keluarga, komunitas, dan bisa dipromosikan menjadi item dalam perhelatan G20, sebagai bentuk transisi ekonomi hijau.
Beberapa kali Sandiaga Uno tampak membuat ornamen yang terbuat dari perca dan limbah. Setelah berhasil dia kemudian menyampaikan hal tersebut kepada istrinya Nur Asia Uno.
"Saya mau video call dengan Mpo Nur. Saya sudah berhasil buat ornamen, aku bikin sendiri asli cepat banget, dan ini ditempelkan ke tas ramah lingkungan," kata Sandiaga Uno.
Dia kemudian meminta agar Nur untuk membantu pemasaran produk ekonomi kreatif kerajinan dengan mempromosikannya di salah satu lini usaha istrinya yakni Nur Corner.
"Kita ingin membantu pemasaran produk dari Teh Evi ini. Nah kamu kan ada Nur Corner, bisa untuk difungsikan untuk membantu niat baik Evi untuk mempekerjakan ibu-ibu dan emak-emak sekitar Kelurahan Rawa Arum Kota Cilegon," lanjut Sandiaga Uno.
Sebanyak 200 buah kerajinan tas belanja ramah lingkungan dipesan oleh Nur Asia Uno. Sedangkan Wali Kota Cilegon memesan 100 buah.
"Nanti akan dimasukkan ke Nur Corner, nanti dihubungkan dengan tim agar barang-barang bisa ditaruh. Pesanan 200 pieces ini menjadi awal bagi ibu-ibu bisa mendapatkan lapangan kerja," ucap Sandi.
Sandiaga Uno kemudian menceritakan kepada istrinya, Evi terkena kanker payudara. Namun, itu memicu beliau untuk mendapatkan kebahagiaan dengan memproduksi produk ramah lingkungan.
"Meski pun baru kehilangan handphone yang berisikan banyak foto dengan Sulaiman. Jangan bersedih dan tetap semangat, we love you. Nanti saya bantu pasarkan di tempat saya. Saya pesan 200 pieces," kata Nur Asia Uno saat menerima video call dari Sandiaga Uno.