Sejarah Bulan Februari, Kenapa Jumlah Harinya Lebih Sedikit?

Eka Maulia Ramadhanti
Kalender 2023 (Foto/Freepik).

Julius Caesar menetapkan bulan Februari memiliki 29 hari dan di setiap tahun kabisat menjadi 30 hari. Masa kepemimpinan terus berganti, kemudian Julius Caesar digantikan oleh Kaisar Agustus, yang kemudian mengubah nama bulan Sextilis menjadi Augustus untuk mengabadikan namanya. 

Dia juga mengubah bulan Augustus yang tadinya hanya berjumlah 30 hari menjadi 31 hari. Augustus juga mengurangi hari di bulan Februarius untuk menambahkan hari di bulan Augustus. Jadi, Februarius hanya berjumlah 28 hari dan 29 hari di tahun kabisat.

Tahun terus berganti dan Kalender Romawi menunjukan kesalahannya lagi. Hal ini kemudian dikoreksi oleh Paus Gregorius XIII yang merupakan pimpinan gereja Katolik di Roma (1582). 

Setelah dikoreksi, Paus Gregorius mengambil keputusan yaitu menetapkan bahwa awal tahun diubah menjadi tanggal 1 Januari dan bulan Desember menjadi penutup.

Nama Februari sendiri berasal dari nama sebuah festival di Romawi yaitu Februa, yang merupakan festival untuk penyucian. Festival ini biasa diadakan pada hari ke-15 di bulan tersebut. Nama Februa mengacu pada salah satu suku kuno yang bertempat di Romawi, yaitu suku Sabine.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Besok Libur Apa? Ini Jadwal Resmi 16 Januari 2026 dari Pemerintah

57 tahun lalu

Fenomena Langka MiracleIn di Februari 2026, Formasi Kalender Hanya Terjadi 823 Tahun Sekali

57 tahun lalu

Tahukah Anda, Komputer Tertua di Dunia Gunakan Kalender Lunar untuk Pelajari Bintang

57 tahun lalu

BMKG: Sejumlah Wilayah Potensi Diguyur Hujan hingga Awal Februari 2024

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal