Sejarah Opor Ayam yang Jadi Hidangan Wajib saat Lebaran Idul Fitri, Ini Asal Usulnya

Meuthia Hamidah
Sejarah Opor Ayam (foto: @agustialidya88)

Akulturasi budaya dalam hidangan opor ayam ini tampak dari modifikasi masakan asal India berupa kari dengan menu gulai yang khas dari Arab yang khas. Maka terjadilah akulturasi budaya hidangan yang cocok dengan lidah orang Indonesia.

Selain dari Arab dan India, ternyata juga terdapat pengaruh budaya dari China dalam hidangan opor ayam. Opor ayam akan lebih cocok dimakan dengan pelengkap berupa lontong. Jika dilihat dari sejarahnya, bentuk lontong yang bulat dan lonjong itu berasal dari Cina dan diadaptasi dari tradisi Cap Go Meh.

Dalam budaya Jawa khususnya di Solo, makanan wajib saat Lebaran adalah lontong opor bubuk dele. Terdiri dari potongan lontong yang disiram oleh kuah opor, sambal goreng (daging sapi/ayam giling yang dibentuk bulat-bulat kecil), potongan ayam kampung, dan taburan bubuk kedelai putih yang menjadi pelengkap.

Taburan bubuk kedelai putih inilah yang menjadikan hidangan opor ayam semakin spesial. Dele atau bubuk kedelai akan membuat kuah opor semakin kental dan gurih. Hmm, enak sekali bukan?

Nah, semoga sejarah opor ayam bisa menambah keceriaan kamu di momen Lebaran ini ya!

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Seleb
11 jam lalu

Sedihnya Aditya Zoni, Tiga Kali Lebaran Tanpa Ammar Zoni

Destinasi
14 jam lalu

Bali Masih Jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran, Ini Buktinya!

Nasional
17 jam lalu

Kapolri, Panglima TNI hingga Menko PMK Patroli Udara Cek Kesiapan Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak

Nasional
18 jam lalu

Pemerintah Ancam Sanksi Pedagang Nakal yang Getok Harga Daging jelang Lebaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal